Bondowoso, 23–24 Agustus 2025 – Desa Wisata Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember turut menjadi pusat perhatian pada Festival Dewi Cemara 2025 di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Bondowoso. Mengusung konsep pavilion bambu dengan replika kubah Masjid Jami’ Jember serta menghadirkan dua ekor domba usia satu bulan sebagai ikon edukasi, Sidomulyo tampil berbeda di antara 30 peserta desa wisata dari berbagai daerah Jawa Timur.
Ketua Pokdarwis Sidomulyo, Muhammad Ilham, S.IP, menjelaskan bahwa konsep edukasi domba dipilih agar masyarakat, khususnya anak-anak, bisa belajar langsung mengenai hewan ternak dan peluang ekonominya.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang nyata. Mulai dari cara merawat domba, memberi susu dengan botol, sampai mengenalkan bahwa peternakan bisa menjadi potensi besar di desa,” ujar Ilham.
Selain itu, stand Sidomulyo juga memamerkan produk unggulan desa, seperti kopi Ketakasi, batik Bliera, serta aneka UMKM kreatif masyarakat Sidomulyo.
Kadis Pariwisata & Kebudayaan Jember, Bobby Arie Sandy, S.STP., M.M, yang turut hadir, memberikan apresiasi atas kreasi Sidomulyo. Ia menyebutkan bahwa Festival Dewi Cemara sejalan dengan program “Balik ke Desa, Bangun Desa”, di mana desa bukan lagi dipandang sebagai ruang tertinggal, tetapi justru sebagai pusat kreativitas dan ekonomi.
“Lewat Festival Dewi Cemara ini kita ingin menunjukkan bahwa desa adalah sumber inspirasi. Sidomulyo dengan edukasi dombanya menjadi bukti bahwa inovasi bisa tumbuh dari desa. Semangat balik ke desa adalah bagaimana kita semua membangun ekonomi dan pariwisata berbasis potensi lokal,” ungkap Boby. (
Kehadiran Sidomulyo di Festival Dewi Cemara tahun ini semakin mempertegas posisi Jember sebagai daerah dengan desa wisata yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing.

