Dari Dusun Krajan Menuju Panggung Nasional: Kebanggaan Sidomulyo Bernama Yulita Eka Fernanda

Dari Dusun Krajan Menuju Panggung Nasional: Kebanggaan Sidomulyo Bernama Yulita Eka Fernanda

Sidomulyo– Kebanggaan besar datang dari Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Seorang putri dari desa Sidomulyo bernama Yulita Eka Fernanda berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan melangkah hingga tingkat nasional melalui ajang Duta Siswa Indonesia 2026.

Yulita merupakan siswi kelas X (10) E MAN 2 Jember yang berasal dari Dusun Krajan, Desa Sidomulyo. Di usianya yang masih muda, ia telah membuktikan bahwa mimpi besar dapat lahir dari desa yang sederhana.

Bagi Yulita, kehidupan di desa justru menjadi tempat ia belajar tentang arti mimpi, perjuangan, serta keberanian untuk melangkah lebih jauh. Keikutsertaannya dalam ajang Duta Siswa Indonesia bukan sekadar untuk meraih gelar, tetapi juga berangkat dari keinginannya untuk menunjukkan bahwa pelajar desa juga memiliki potensi besar untuk bersuara dan tampil di tingkat nasional.

“Saya ingin membuktikan bahwa anak dusun desa juga memiliki hak yang sama untuk berdiri di panggung nasional. Mimpi saya sederhana tapi besar, membawa nama Sidomulyo dan Jember bersinar di tingkat Indonesia,” ungkap Yulita.

Perjalanan menuju panggung nasional tentu tidak mudah. Yulita harus melewati berbagai tahapan seleksi yang diikuti oleh ribuan pelajar dari seluruh Indonesia. Dengan tekad kuat dan usaha yang sungguh-sungguh, ia berhasil lolos menjadi semifinalis Duta Siswa Indonesia.

Tahap berikutnya menjadi tantangan yang lebih besar. Ia mengikuti berbagai persiapan, mulai dari bimbingan belajar secara daring untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), hingga rangkaian uji publik individu, uji publik kelompok, wawancara, serta tes akademik lainnya.

Berbekal kerja keras, doa, serta dukungan dari keluarga dan guru, Yulita akhirnya berhasil melangkah lebih jauh dan terpilih sebagai Grand Finalis Duta Siswa Indonesia yang dilaksanakan di Surabaya.

Setiap tahapan yang dijalani tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga mental, konsistensi, serta kepercayaan diri. Salah satu tantangan terbesar yang ia rasakan adalah ketika harus berdiri sejajar dengan peserta-peserta hebat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam persiapannya, Yulita juga terus melatih kemampuan public speaking agar mampu menyampaikan gagasan dengan kuat dan terstruktur. Ia juga memperdalam isu pendidikan digital dan literasi media, sehingga program yang ia bawa dapat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.

Sebagai bagian dari Duta Siswa Indonesia, Yulita mengusung program kerja bertajuk “Scroll Sadar Berubah.” Program ini bertujuan mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Melalui program tersebut, ia berencana membuat dan menyebarkan berbagai video edukatif yang membahas literasi digital, motivasi pelajar, pengembangan diri, edukasi kesehatan mental remaja, serta konten inspiratif berbasis nilai pendidikan.

Menurutnya, generasi muda tidak hanya harus menjadi konsumen konten di dunia digital, tetapi juga harus mampu menjadi kreator konten yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Bagi Yulita, terpilih mewakili Jember dan membawa nama Desa Sidomulyo di tingkat nasional merupakan perasaan yang penuh haru sekaligus kebanggaan. Ia menyadari bahwa langkahnya bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama daerah, sekolah, dan masyarakat yang selama ini mendukungnya.

Ke depan, ia berencana merealisasikan programnya melalui kolaborasi dengan sekolah, organisasi pelajar, dan komunitas pemuda. Salah satu rencana yang ingin ia lakukan adalah mengadakan workshop pembuatan video edukatif sederhana, agar para pelajar dapat mulai berkarya menggunakan alat yang mereka miliki, bahkan hanya dengan kamera ponsel.

Yulita juga menyampaikan pesan penuh semangat kepada para pemuda Desa Sidomulyo.

“Jangan pernah merasa kecil hanya karena berasal dari desa. Dunia digital memberi kita panggung yang sama luasnya. Gunakan media sosial bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk pertumbuhan. Mimpi tidak mengenal alamat,” pesannya.

Pemerintah Desa Sidomulyo menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas prestasi yang diraih Yulita Eka Fernanda. Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda Desa Sidomulyo memiliki potensi besar untuk berprestasi dan membawa nama desa hingga ke tingkat nasional.

Dari sebuah dusun di Desa Sidomulyo, mimpi itu kini telah melangkah jauh. Kisah Yulita menjadi pengingat bahwa anak desa pun mampu berdiri sejajar di panggung Indonesia, selama mereka berani bermimpi dan terus berusaha mewujudkannya.

MEDIA CENTER SIDOMULYO