Sidomulyo– Dalam rangka mendukung peningkatan nilai tambah dan daya saing produk kopi Jember di pasar internasional, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Percepatan Ekspor Kopi Jember di Aula Café Gapura & Resort, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Jumat (1/8).
FGD ini merupakan bagian dari upaya strategis menjelang rencana pelepasan ekspor langsung (direct ekspor) kopi Jember oleh Menteri Koperasi dan UKM RI yang dijadwalkan pada Oktober 2025.
Turut hadir dalam kegiatan ini berbagai stakeholder penting dari unsur pemerintah, perbankan, lembaga keuangan, serta lembaga riset, antara lain:
- Kepala Kantor Bea Cukai Jember
- Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cabang Jember
- Kepala OJK Jember
- Kepala BPS Jember
- Pimpinan Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia, dan Bank Jatim Cabang Jember
- Kepala Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia
- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember
- Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
- Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Pertanian
- Plt. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Jember
Sebagai pelaku utama ekspor kopi, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sidomulyo hadir membawa harapan besar. Wilayah Desa Sidomulyo memang dikenal sebagai sentra kopi, khususnya kopi robusta. Namun, untuk dapat menembus pasar global secara berkelanjutan, dibutuhkan sinergi yang kuat antar lembaga, mulai dari penyusunan dokumen legalitas ekspor, dukungan pembiayaan, hingga strategi penguatan kelembagaan koperasi.
Kepala Desa Sidomulyo, Kamiludin, S.Kep., Ners dalam sambutannya menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih saat ini telah menjadi koperasi percontohan nasional, bahkan telah diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo. “Kita harus bersama-sama mendukung program ini karena koperasi ini diharapkan mampu membawa dampak ekonomi baru bagi kemajuan desa,” tegasnya.
FGD berjalan dinamis dan menghasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk mempercepat proses ekspor. Semua stakeholder menyatakan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan kegiatan ekspor, baik melalui fasilitasi regulasi, akses permodalan, maupun penguatan SDM dan kelembagaan koperasi.
FGD ini menjadi titik awal penting menuju era baru ekspor kopi Jember yang lebih mandiri dan terstruktur. Sinergi yang dibangun hari ini menjadi fondasi kuat menuju direct ekspor Oktober 2025 yang bukan hanya membawa nama kopi Jember ke panggung global, tetapi juga membawa kesejahteraan bagi petani dan masyarakat desa.

