Jember- Malam itu, Aula Café Gapuro di Desa Sidomulyo menjadi saksi sejarah penting bagi perkembangan kopi di Jember. Sebuah Focus Group Discussion (FGD) digelar untuk mempersiapkan ekspor langsung (direct export) kopi asal Desa Sidomulyo, sekaligus dukungan program Desa Cinta Statistik (CANTIK) hasil kolaborasi Desa Sidomulyo dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Jember.
Acara yang berlangsung hingga larut malam ini dihadiri oleh seluruh stakeholder kunci, mulai dari Gus Bupati sapaan akrab Bupati Jember, Muhammad Fawait, Ketua DPRD Jember, Kepala BPS Jember, perwakilan Bea Cukai, perwakilan Bank Indonesia Jember, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, Agen Descan, Pembina Desa Cantik, KIM Tirto Gumitir, Koperasi Desa Merah Putih Sidomulyo, Plt Camat Silo hingga seluruh kepala desa se-Kecamatan Silo.
Dalam FGD tersebut, Gus Bupati menyampaikan dukungan penuh terhadap program Desa Cantik hasil kolaborasi strategis antara BPS dan Desa Sidomulyo yang juga tengah dilombakan se-Nasional.
“Program Desa Cinta Statistik ini bukan sekadar jargon, tapi langkah revolusioner untuk membangun desa berbasis data akurat. Saya apresiasi BPS Jember yang telah membimbing Sidomulyo, dan kami bisa hadir ke sini juga karena permintaan khusus dari pak Tri selaku Kepala BPS Jember dan juga tengah dilombakan se-Nasional”, Ungkap dengan penuh gembira oleh Gus Bupati.
“Desa Sidomulyo terpilih sebagai percontohan karena sudah memenuhi semua persyaratan dalam pemilihan desa cantik, didukung kesiapan agen beserta jajaran kader hingga akhirnya dapat dilaksanakan pendataan petani kopi yang hasilnya akan disajikan dalam bentuk publikasi dan dashboard data,” ungkap Tri Erwandi, Kepala BPS Jember, dalam pemaparannya.
Program Desa CANTIK (Cinta Statistik) ini merupakan terobosan baru dimana seluruh data potensi desa, khususnya sektor perkopian, telah terpetakan dengan rapi oleh Agen Descan (Desa Cantik) binaan BPS. “Dengan data yang akurat, kita bisa menentukan arah Pembangunan yang tepat. Semoga hasil pendataan petani kopi dapat memberikan rekomendasi lanjutan yang diawali dari rencana ekspor kopi,” tambahnya.
Lebih lanjut, sesi diskusi berlangsung sangat hidup. Perwakilan Bank Indonesia memaparkan kriteria produk yang bisa diekspor, sementara Bea Cukai menjelaskan prosedur kepabeanan.
Yang menarik, kopi Sidomulyo dinilai sangat potensial karena memiliki karakteristik khusus akibat pengolahan tradisional dan kondisi geografis yang unik.
Gus Bupati juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh program ini. “Ini adalah kesempatan emas bagi petani kopi Jember untuk go international. Kami akan fasilitasi semua kebutuhan” janjinya.
Tambahan informasi, produk Kopi Sidomulyo yang tengah ramai dipasaran Indonesia adalah Kopi Robusta yang diproduksi langsung oleh Kelompok Tani Asli Desa Sidomulyo (Ketakasi) dan hingga saat ini sudah berhasil menembus ekspor ke pasar international yakni Amerika dan Mesir serta persiapan lanjut ekspor ke negara Jepang.
Acara semakin meriah ketika beberapa kepala desa diberikan kesempatan menyampaikan kondisi masing-masing wilayah. Mereka antusias meminta agar program serupa bisa segera diterapkan di desa mereka.
Gus Bupati juga menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan pembangunan hasil keluhan dari beberapa kepala desa se Kecamatan Silo tersebut.. “Tujuan utama dari Bunga Desaku yakni adalah untuk momen seperti ini, kami membawa seluruh OPD yang ada di Kabupaten Jember untuk mendengar langsung keluhan serta kebutuhan masyarakat kita, tolong dicatat untuk semua OPD yang bersangkutan tadi dan mohon untuk segera ditindak lanjuti.” Jelasnya.
MEDIA CENTER SIDOMULYO

