Haul Gus Dur Jadi Puncak Syukur Panen Kopi Warga Dusun Krajan Sidomulyo

Haul Gus Dur Jadi Puncak Syukur Panen Kopi Warga Dusun Krajan Sidomulyo

Sidomulyo – Suasana penuh syukur dan kebersamaan terasa hangat di Dusun Krajan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo. Ratusan warga dari berbagai lapisan berkumpul dalam tradisi tahunan Tasyakuran Petik Kopi yang sekaligus dirangkai dengan peringatan Haul Presiden ke-IV Republik Indonesia, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wujud rasa syukur atas hasil panen kopi yang melimpah, sekaligus mengenang jasa Gus Dur yang pernah memberikan perhatian besar kepada para petani kopi Indonesia.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama sepekan penuh hingga puncaknya pada 25 September 2025. Berbagai acara digelar, antara lain Khataman Al-Qur’an, kesenian Jaranan Setyo, tradisi Baritan, pengajian bersama, hingga hiburan musik rakyat yang menyedot antusiasme masyarakat.

Perpaduan antara kegiatan religius, budaya, dan hiburan menjadikan acara ini bukan hanya wadah syukur, melainkan juga sarana memperkuat jalinan persaudaraan antarwarga.

Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini diinisiasi oleh Panitia Ogoh-ogoh Dusun Krajan bersama masyarakat setempat.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bisa menyatukan warga, sekaligus tetap melestarikan tradisi. Dengan tasyakuran ini, kami berharap hasil panen kopi ke depan semakin baik dan memberi berkah bagi masyarakat Sidomulyo,” ujarnya.

Tak hanya masyarakat Dusun Krajan, kegiatan ini juga menarik perhatian warga dari dusun lain di Desa Sidomulyo. Hampir setiap malam, lokasi kegiatan dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan rangkaian acara.

Selain menjadi ajang doa dan syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan rakyat yang ditunggu-tunggu setiap tahun.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Desa Sidomulyo. Sekretaris Desa, Adi Wahyudi, yang hadir mewakili pemerintah desa pada pembukaan pengajian (24/09), mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme warga.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi inisiatif masyarakat Dusun Krajan. Tradisi ini bukan hanya menjaga nilai budaya dan keagamaan, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang bermanfaat bagi warga. Semoga kegiatan ini dapat terus dilestarikan dari generasi ke generasi,” ucapnya.

Kegiatan ini juga memiliki makna khusus karena dirangkai dengan Haul Gus Dur. Bagi masyarakat Sidomulyo, Gus Dur bukan hanya tokoh bangsa, melainkan juga sosok yang peduli terhadap rakyat kecil, termasuk petani kopi.

Dalam ingatan warga, Gus Dur dikenal sebagai presiden yang memberi ruang kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, haul beliau selalu diperingati dengan penuh hormat dan rasa terima kasih.

Selama pelaksanaan, warga terlihat guyub gotong royong menyiapkan keperluan acara, mulai dari menghias panggung, menyiapkan konsumsi, hingga mendukung kelancaran kesenian tradisional.

Semangat kebersamaan itu mencerminkan nilai luhur masyarakat pedesaan yang tetap terjaga hingga kini.

Masyarakat percaya bahwa tasyakuran ini bukan hanya bentuk syukur spiritual, melainkan juga ikhtiar agar keberkahan hasil kopi terus mengalir.

Tradisi ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga pengingat bahwa kopi telah menjadi denyut nadi ekonomi warga Sidomulyo yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Media Center Sidomulyo