Jember- Desa Wisata Sidomulyo mendapatkan kunjungan dari Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Jawa Timur, Dr. Ir. Desak Nyoman Siksiawati, MMA beserta Timnya dalam rangka pendampingan Sertifikasi SNI CHSE sektor pariwisata pada 10-11 Maret 2023.
Seperti dilansir kemenparekraf.go.id, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerjasama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dalam menetapkan Standar Nasional Indonesia atau SNI pada program Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainablility (CHSE).
Sertifikasi SNI CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata, usaha/fasilitas lain terkait pariwisata, serta destinasi pariwisata yang memenuhi standar SNI 9042:2021 yang telah ditetapkan dalam penilaian Sertifikasi SNI CHSE.
Sertifikasi SNI CHSE berfungsi sebagai jaminan kepada wisatawan dan masyarakat bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi protokol kebersihan, Kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.
Direktur Pengelola Pariwisata melalui salah satu pengurusnya Kartika Yunita Pratiwi, Sabtu (11/03/2023) mengatakan, Sertifikasi SNI CHSE merupakan hal yang sangat penting bagi destinasi wisata Sidomulyo untuk memulihkan kepercayaan wisatawan serta menambah modal diri dalam aktivitas pariwisata. Selain itu, untuk memberikan jaminan bahwa produk dan pelayanan yang diberikan sudah memenuhi standar nasional.
“Sertifikasi SNI CHSE ini sangat penting untuk kita kedepannya, karena akan semakin mendapatkan kepercayaan lebih dari wisatawan dan memberikan jaminan bahwa produk dan layanan wisata kita sudah memenuhi standar nasional”, ucap Kartika.
Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Jawa Timur, Desak Nyoman Siksiawati beserta Tim tiba di Desa Wisata Sidomulyo pada Jum’at sore dan bermalam di Homestay D’Sid Sidomulyo. Tibanya beliau beserta tim disambut hangat oleh pengelola destinasi wisata Sidomulyo.
Kemudian besoknya pengelola destinasi wisata Sidomulyo bersama Tim BSN berkunjung ke setiap desnitasi wisata dalam rangka mensurvei dan menentukan arah pendampingan kedepannya serta hal-hal yang menjadi evaluasi untuk mendapatkan Sertifikasi SNI CHSE.
Dikutip dari Instagram @wisata.sidomulyo Ibu Desak berpendapat Desa Wisata Sidomulyo sangat berpotensi berkat inisiasi para pemudanya dan support dari Pemerintah Desa Sidomulyo untuk terus membangun Desa Wisata.
“Sidomulyo emang Keren untuk dikunjungi dengan inisiasi anak-anak muda menjadikan desa ini sangat berpotensi semakin OK apalagi mas kades nya yg masih muda dan energik dan semangat membangun desa…semoga semakin sukses, SEMANGAT ANAK MUDA kembali ke Desa Membangun Tanah kelahiran.. Keren”, ulasan perempuan kelahiran Tabanan, Bali ini.
Mas Kades sapaan akrab Kepala Desa Sidomulyo, berharap kunjungan dari Kepala Kantor Layanan Teknis BSN Jawa Timur beserta Timnya ini dapat memberikan energi positif baru untuk keberlangsungan wisata di Desa Sidomulyo.
Lanjut beliau juga berharap ditingkatkanya komunikasi dan koordinasi dengan Tim BSN Jawa Timur untuk memberikan pendampingan hingga tahap Penilaian Mandiri atau Verifikasi oleh Auditor Sertifikasi SNI CHSE nantinya.

“Kehadiran Tim BSN Jawa Timur ini tentu kami harapkan dapat memberikan energi positif baru bagi kami. Disamping itu, kami juga perlu untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Tim BSN Jawa Timur dalam upaya meminta pendampingan untuk kami hingga tahap penilaian maupun Verifikasi Sertifikasi SNI CHSE”, ucap Mas Kades.
Waktu yang dibutuhkan dalam pengurusan Sertifikasi SNI CHSE berdasarkan kemenparekraf.go.id, minimal 2 minggu mulai dari tahap Penilaian Mandiri sampai Tahap Penilaian/Verifikasi oleh Auditor hingga dikeluarkannya Sertifikat SNI CHSE dan Label I DO CARE.

