SIDOMULYO – Pemerintah Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dalam rangka pengusulan calon penerima honorarium bagi Guru Ngaji, Marbot, dan Muslimat untuk tahun anggaran 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 5 Februari 2025 siang bertempat di Aula Kantor Desa Sidomulyo. Musdes dihadiri oleh perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, perwakilan RT/RW, serta para calon penerima honorarium dari unsur guru ngaji, marbot, dan muslimat.
Acara musyawarah ini dipimpin sekaligus dibuka oleh Sekretaris Desa Sidomulyo, Adi Wahyudi, yang mewakili Kepala Desa Sidomulyo.
Dalam sambutannya, Adi Wahyudi menyampaikan bahwa Musdes ini merupakan tahapan penting untuk melakukan validasi data calon penerima insentif agar penyalurannya dapat benar-benar tepat sasaran.
“Melalui forum Musdes ini, kita bersama-sama memastikan bahwa data penerima honorarium sudah sesuai dengan kondisi di lapangan. Prosesnya harus terbuka dan transparan agar tidak terjadi kesalahan maupun tumpang tindih penerima di kemudian hari,” ujar Adi Wahyudi.
Ia juga menegaskan bahwa program honorarium ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada para guru ngaji, marbot, dan muslimat yang selama ini telah berperan aktif dalam membina kegiatan keagamaan di Desa Sidomulyo.
Dalam forum tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, klarifikasi, serta usulan memastikan proses dilapangan agar berjalan dengan lancer.
Seluruh hasil pembahasan Musdes selanjutnya akan dituangkan dalam berita acara sebagai dasar pengajuan resmi ke tingkat kabupaten.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Sidomulyo berharap program insentif keagamaan dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang telah berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia dan spiritual warga desa.
Dengan semangat kebersamaan, Pemdes Sidomulyo berkomitmen untuk terus mengawal program-program yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat serta mendukung kegiatan keagamaan di tingkat desa.

