Sidomulyo, Jember — Desa Sidomulyo kembali menjadi pusat perhatian daerah lain. Pada Rabu, 3 Desember 2025, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melakukan studi informasi untuk mendalami inovasi Desa Wisata Sidomulyo dan transformasi desa digital yang telah menjadi percontohan di Kabupaten Jember.
Kunjungan ini sebagai tindak lanjut langsung dari kesepakatan kerja sama antar daerah antara Pemerintah Kabupaten Bangkalan dan Pemerintah Kabupaten Jember yang ditandatangani pada 27 November 2025 lalu.
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusias di Ballroom Café Gapura & Resort, sebuah lokasi representatif yang dipilih untuk menyambut tamu pemerintah antarkabupaten ini.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Bidang 3 Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, Sp.Rad, yang hadir mewakili pimpinan daerah.
Turut mendampingi jajaran pejabat strategis seperti Kepala Bapperida, Kepala Bapenda, Kepala BPKAD, Kepala Diskominfo, Kepala DPMD, serta sejumlah kepala desa dari Bangkalan yang ingin menyaksikan secara dekat bagaimana Sidomulyo mengelola inovasi desa.
Dari Kabupaten Jember, hadir Asisten Administrasi Umum, Isnaini Dwi Susanti, S.H., M.Si, serta OPD terkait seperti Dinas PMD, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Camat Silo, dan para pendamping kecamatan dan desa.
Kegiatan dimulai pukul 14.13 WIB dengan lantunan lagu Indonesia Raya oleh Rofiatun, disusul doa yang dipimpin Ust. Muhammad.
Suasana Ballroom Café Gapura & Resort terasa hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Sidomulyo sebagai lokasi studi dan menegaskan komitmen Jember dalam mendorong inovasi desa berbasis digital dan wisata berbasis potensi lokal.
Sambutan kemudian disampaikan Asisten 3 Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, Sp.Rad, yang mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan Desa Sidomulyo.
Ia menegaskan bahwa Bangkalan ingin mempelajari langkah konkret Sidomulyo dalam mendorong digitalisasi layanan publik dan pengembangan desa wisata, khususnya model-model yang bisa direplikasi ke desa-desa lain di wilayah Bangkalan.
Acara berlanjut dengan sesi welcoming words sekaligus paparan inovasi oleh Kepala Desa Sidomulyo, Kamiludin, S.Kep., Ners.
Dalam paparannya, Mas Kades menjelaskan perjalanan desa dalam mengembangkan layanan digital, meningkatkan kualitas destinasi wisata, hingga strategi penguatan potensi lokal yang menjadi daya ungkit pembangunan desa hingga tembus menjadi juara tingkat nasional.
Ia juga menekankan bahwa inovasi tidak akan berjalan maksimal tanpa tata kelola informasi yang baik.
Karena itu, beliau menyoroti pentingnya portal/website resmi desa seperti PPID Desa Sidomulyo, serta kehadiran media sosial desa yang selama ini menjadi sarana efektif untuk mendiseminasi informasi secara cepat, akurat, dan merata kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan PPID dan media sosial menjadi fondasi penting dalam menciptakan desa yang transparan, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan warganya.
Para tamu tampak antusias, terlebih saat ditunjukkan bagaimana setiap potensi desa dapat dioptimalkan melalui inovasi dan kerja sama masyarakat.
Momentum penting terjadi ketika dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas PMD Kabupaten Jember dan Dinas PMD Kabupaten Bangkalan terkait replikasi inovasi MallDesa, sebuah platform layanan digital berbasis desa yang selama ini dibangun dan dikembangkan dari Desa Sidomulyo.
Penandatanganan ini menjadi simbol penguatan komitmen kolaborasi dan transfer inovasi antar daerah.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cinderamata kedua pemerintah daerah, diikuti sesi foto bersama yang berlangsung meriah, menandai eratnya hubungan kerja sama Jember–Bangkalan.
Kehangatan dan antusiasme para peserta semakin mempertegas bahwa Sidomulyo bukan hanya berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga hadir sebagai desa yang memberikan inspirasi dan manfaat bagi daerah lain.
Pemerintah Desa Sidomulyo berharap kunjungan ini menjadi titik awal kolaborasi yang lebih intens, baik dalam pengembangan desa digital, desa wisata, maupun penguatan potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua daerah.

