Berganti ke tanaman Sawi dan Marakot, Mas Kades akan Perluas Titik Hidroponik untuk Ketahan Pangan

Berganti ke tanaman Sawi dan Marakot, Mas Kades akan Perluas Titik Hidroponik untuk Ketahan Pangan

Jember – Hidroponik sawi dan marakot yang saat ini di kelola oleh bapak Slamet Riyadi bias dikatakan sukses dan mulai panen sehingga dapat dipasarkan ke berbagai tempat seperti pasar tradisional dan Blinjo (Penjual sayur keliling). Rabu (07/09/2022).

Sebelumnya, Slamet Riyadi mencoba menanam hidroponik bawang merah dan setelah sukses berpindah untuk ke tanaman sawi dan marakot. Karena pada saat itu bibit bawang merah mahal dan bibit sawi yang murah menjadi sebuah alasannya. Tak hanya itu, hidroponik sawi dan marakot juga hanya membutuhkan waktu sekitar 1 bulan untuk menjadi tanaman yang sudah siap panen.

Berganti ke tanaman Sawi dan Marakot, Mas Kades akan Perluas Titik Hidroponik untuk Ketahan Pangan Berganti ke tanaman Sawi dan Marakot, Mas Kades akan Perluas Titik Hidroponik untuk Ketahan Pangan

Berganti ke tanaman Sawi dan Marakot, Mas Kades akan Perluas Titik Hidroponik untuk Ketahan Pangan Berganti ke tanaman Sawi dan Marakot, Mas Kades akan Perluas Titik Hidroponik untuk Ketahan Pangan

Hidroponik sawi dan marakot ini sudah ada penyuplainya sendiri, yang salah satunya BUMDES Desa Sidomulyo dan beberapa warga setempat yang memasarkan hidroponik sawi ini ke pasar.

“Hasil uang panen hidroponiknya, nanti beberapa persen dibagikan ke BUMDES Desa Sidomulyo karena kita bekerjasama dengan BUMDES. Selama ini, kita juga masih mempelajari dan mempelajari. Rencana kedepannya nanti akan di perjual belikan ke masyarakat luas” ucapnya bapak Slamet Riyadi.

Meskipun sudah berumur 50 tahun Bapak Slamet masih berjiwa muda, karena beliau masih ingin belajar lebih agar hidroponik yang dikelolanya bisa dipasarkan dan dinikmati oleh masyarakat luas.

Karena saat ini masih belum mempunyai rekan kerjasama antara sesama pembudidaya hidroponik, Bapak Slamet masih mempunyai kendala terkait nutrisi hidroponiknya. Akan tetapi, ke depannya sudah ada beberapa kerjasama dengan pembudidaya di wilayah Jember dan berkemungkinan besar beliau akan kembali mengelola hidroponik bawang merah kembali.

Di lain tempat, Kamiludin S.Kep., Ners menjelaskan, dirinya beserta BUMDES Sidomulyo akan memperluas lagi titik pembudidayaan hidroponik sebagai pemberdayaan masyarakat dan ketahan pangan Desa Sidomulyo.

“Kami saat ini bias dikatakan baru tahap uji coba. Pertama bawang merah dan saat ini sawi dan marakot yang dibudidaya oleh Pak Slamet dan beberapa titik lainnya. Sehingga kedepannya akan ada perluasan titik budidaya sebagai pemberdayaan masyarakat dan ketahan pangan desa kita” Tuturnya kepaa Media Center Sidomulyo.

telah reservasi
45 menit lalu