Desa Sidomulyo Menjadi Destinasi Inbound Ratusan Mahasiswa dari Berbagai Provinsi

Desa Sidomulyo Menjadi Destinasi Inbound Ratusan Mahasiswa dari Berbagai Provinsi

Jember, Sidomulyo – Ratusan Mahasiswa dari berbagai provinsi di Indonesia, yang tergabung dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), serta enam Mahasiswa Program Student Exchange, memeriahkan rangkaian acara Inbound pada Minggu di PPG Wisata Pinus Sidomulyo, (28/4/2024).

Dengan tema “Upaya Meningkatkan Pemahaman Semangat Persatuan Mahasiswa Inbound Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan 4 Melalui Kegiatan Modul Nusantara Serentak”, acara tersebut menjadi ajang pembelajaran bagi para peserta.

Prof. Slamin, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jember, menekankan bahwa peserta PMM Angkatan 4 akan mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami kebinekaan di Jember, termasuk budaya dan kontribusi sosial.

Dr. Ir. Iwan Taruna M.Eng IPM, Rektor Universitas Jember, menyatakan kegembiraannya melihat antusiasme tinggi para mahasiswa terhadap Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini, dengan tidak satupun peserta yang mengundurkan diri.

Menyambut hal tersebut, Mas Kades, Kepala Desa Sidomulyo, menegaskan bahwa kerja sama dengan Universitas Jember sejak 2008 telah membawa dampak positif bagi kemajuan desa, memperkenalkan potensi-potensi unik seperti produksi kopi, peternakan Domba dan kambing etawa serta batik.

Ratusan mahasiswa yang mengikuti Program tersebut tidak hanya berkumpul dan mengikuti acara di PPG Wisata Pinus Sidomulyo, tetapi mereka juga berkesempatan untuk menikmati serangkaian aktivitas menarik. Mereka bermain bersama di PPG Wisata Pinus Sidomulyo, menciptakan momen kebersamaan yang tak terlupakan.

Selain itu, para mahasiswa juga mengunjungi Raja Domba Indonesia untuk mempelajari berbagai macam jenis domba yang unik. Kunjungan ini memberikan wawasan baru tentang beternak dan memahami peran domba dalam konteks budaya lokal.

Tak hanya itu, mereka juga mengunjungi Rumah Akar, tempat hasil karya luar biasa dari Mas Agus dipamerkan. Mas Agus telah berhasil menyulap fosil-fosil menjadi karya seni yang mengagumkan. Di sana, para mahasiswa tidak hanya menyaksikan karya-karya tersebut, tetapi juga mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang kreativitas lokal.

Kunjungan tersebut turut disertai dengan sesi foto bersama, yang didampingi oleh beberapa guide dari pengelola wisata Desa Sidomulyo. Hal ini memperkuat ikatan antara para mahasiswa dengan lingkungan dan budaya lokal yang mereka kunjungi. Keseluruhan pengalaman ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang kebinekaan dan kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga memberikan inspirasi baru untuk kontribusi sosial di masa depan.

Para mahasiswa tidak hanya diberi kesempatan untuk belajar, tetapi juga diperkenalkan dengan budaya lokal melalui penampilan tari tradisional jaranan dan permainan kelompok untuk mempererat kerja sama.

MEDIA CENTER SIDOMULYO