DISNAKER JEMBER LAKUKAN SOSIALISASI PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI DESA WISATA SIDOMULYO

DISNAKER JEMBER LAKUKAN SOSIALISASI PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI DESA WISATA SIDOMULYO

JEMBER- Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember bersama dengan Disnakertrans Jatim, BP2MI Banyuwangi, J-Progaruda, Migrant Care serta Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) lakukan sosialilasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di desa wisata Sidomulyo.

Kegiatan yang digelar hari selasa (21/02/2023) bertempat di Astana Joglo, Desa Sidomulyo ini dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat jika ingin bekerja ke luar negeri melalui jalur prosedural serta dampak apa saja yang bisa terjadi jika berangkat ke keluar negeri secara non-prosedural.

Kegiatan ini turut mengundang sejumlah peserta, mulai dari tokoh masyarakat, Ketua Rukun Warga (RW) hingga mantan pekerja migran turut menghadiri kegiatan tersebut.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, Bambang Rudianto, S.Sos.

“kegiatan sosialiasi ini dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri. Kita tidak melarang anda semua bekerja di luar negeri, namun usahakan melalui jalur yang benar dan prosedural”, ucap Kepala Dinas Bambang.

Dilanjutnya, Kepala Dinas Bambang menyampaikan hal tersebut menindak lanjuti terkait kasus pemulangan pekerja migran di jember sebanyak 67 kasus pada tahun 2022 yang notabene berangkat ke luar negeri non-prosedural.

DISNAKER JEMBER LAKUKAN SOSIALISASI PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI DESA WISATA SIDOMULYO
photo Kadis Tenaga Kerja, Bambang Rudianto saat sambutan. Dok.Media Center

Lutfi dalam Mewakili Mas Kades, mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut sangat bermanfaat untuk masyarakat sidomulyo, terlebih dalam memberikan pemahaman terkait prosedur yang benar dan legal untuk pekerja migran berangkat ke luar negeri.

“Tentu kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat mengingat pentingnya langkah-langkah yang aman serta perizinan yang legal untuk pekerja migran yang hendak ke luar negeri”, ucap Lutfi di sela-sela sambutannya.

Materi sosialiasi yang disampaikan oleh Disnakertrans Jatim, BP2MI Banyuwangi, dan Migrant Care terkonsentrasi pada bagaimana prosedur yang benar dan legal untuk Calon Pegawai Migran Indonesia (CPMI).

Diharapkan dalam waktu dekat Desa Sidomulyo dapat menjadi desa yang peduli terhadap buruh migran, bisa menjadi pusat layanan, perlindungan dan pemberdayaan masyarakat desa yang bisa memberikan informasi dan data yang akan, sedang dan purna pekerja di luar negeri, sehingga menjadi percontohan bagi desa lain.