teks alt

Wajah Baru Sidomulyo, Representasikan Kebudayaan Eropa dan Nusantara

JEMBER- Kepala Desa Sidomulyo, Kamiludin, S. Kep., Ners mengatakan, antusiasme dari seluruh elemen masyarakat tampak baik dan positif sejak dibangunnya Gapura Agung, Astana Joglo serta yang terbaru Café Saelo sebagai pelengkap destinasi wisata.

Ia mengungkapkan, bahwa wajah baru desa Sidomulyo ini merepresentasikan kebersamaan dalam kebhinekaan Nusantara serta paduan modernitas khas Eropa.

Destinasi tersebut, memiliki peranan penting sebagai simbol awal kemajuan Desa Wisata Sidomulyo menjadi tombak perekonomian masyarakat desa.

“Destinasi yang sedang kita selesaikan ini memperlihatkan ciri khas Eropa dan Nusantara yaitu Gapura Agung, Astana Joglo serta Café Saelo”, katanya kepada media center, Selasa (7/2/2023).

Lebih lanjut, ia mengatakan Gapura Agung akan menjadi ikon baru yang menginspiratif dan bisa dibanggakan oleh kalangan masyarakat terkhusus desa Sidomulyo.

Gapura yang dibangun kurang lebih 1 tahun tersebut memiliki arsitektur gaya Eropa, sehingga masyarakat atau wisatawan yang berkunjung seolah-olah sedang berada di Eropa.

“Hari ini masyarakat atau wisatawan tidak perlu jauh-jauh ke Paris untuk melihat keindahan gapura Arc de Triomphe, karena di Sidomulyo kita sudah bangun Gapura Agung yang hampir menyerupainya sebagai pintu gerbang awal untuk melihat keindahan desa Sidomulyo”, ungkapnya.

Tidak hanya puas pada pembangunan Gapura Agung, pihaknya juga telah membangun Astana Joglo yang tidak kalah menariknya. Astana Joglo disinyalir sebagai sebagai contoh bagi masyarakat tentang cara melestarikan sekaligus merepresentasikan kebudayaan Nusantara.

Wajah Baru Sidomulyo, Representasikan Kebudayaan Eropa dan Nusantara
photo Astana Joglo tampak samping Dok. Media Center

Astana Joglo yang melambangkan satu rumah tradisional, memiliki desain dan struktur yang unik, dilengkapi dengan berbagai ornamen ukiran khas Nusantara pada setiap sudutnya. Tidak hanya itu, posisi Astana Joglo yang dikelilingi alam pedesaan serta petakan sawah yang menambah keindahan secara visual bagi para pengunjungnya.

Disamping itu, hadirnya Astana Joglo bukan hanya sebagai tempat persinggahan untuk swafoto saja, namun diberitakan untuk menambah kesan tradisionalnya, pihaknya juga menyiapkan berbagai hidangan makanan serta minuman khas daerah untuk dinikmati oleh para pengunjungnya.

“Jauh dari pada itu alasan dibangunnya Astana Joglo, selain menjadi salah satu destinasi wisata, kami ingin melestarikan sekaligus merepresentasikan kebudayaan Nusantara, yang mulai terkikis oleh perkembangan zaman”, Jelasnya.

Menurutnya, penting sekali bagi generasi sekarang untuk melestarikan kebudayaan yang sudah ada sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan terhadap leluhur kita.

“bangsa kita dikenal oleh negara-negara lain, karena kayanya budaya dan tradisi, sehingga perlu untuk melestarikannya”, lanjut Kamil.

Selanjutnya, untuk melengkapi petualangan paduan khas Eropa dan Nusantara tersebut, pihaknya tengah membangun Café Saelo di samping kawasan Gapura Agung yang berdampingan dengan Tourism Village Information (TVI).

Café Saelo dibangun untuk menunjang fasilitas tempat istirahat atau rest area bagi wisatawan dengan interior bamboo design menambah kesan tradisional namun tetap estetik.

Cefe Saelo
photo Bupati Jember dan Kades Sidomulyo di Cafe Saelo. Dok. Media Center

Café Saelo menyediakan varian makanan dan minuman khas desa Sidomulyo sebagai menu utamanya. Salah satu contohnya adalah kopi asli Sidomulyo sebagai menu favorit yang wajib dinikmati oleh pengunjung.

Selain kopi, terdapat makanan khas Sidomulyo yaitu “cennil”, yang telah lama menjadi warisan leluhur.

Basri, sebagai Manager mengatakan pihaknya memang sengaja mendesign Café Saelo dengan konsep seperti itu, supaya dapat memberikan kepuasan terhadap pengunjung dengan merasakan sensasi yang berbeda.

“Makanan dan minuman khas Sidomulyo yang kita hidangkan, tidak akan ditemukan di tempat lain, dengan begitu pengunjung akan merasakan sensasi yang berbeda ketika berada di Café Saelo”, jelasnya pada media center.

 

 

 

telah reservasi
45 menit lalu